Social Icons

Friday, April 12, 2013

Ketika Marah pada Anak, Jangan Katakan Ini


Ketika marah, seringkali seluruh emosi kita keluarkan. Ada yang melalui kata-kata ada juga yang melalui tindakan verbal, bahkan mungkin hanya diam.

Namun ketika penerima kemarahan Anda adalah anak Anda sendiri, maka Anda harus tetap mengendalikan emosi agar tidak keluar kata-kata yang bisa membuat keadaan semakin parah tak terkendali. Mengutip timeofindia, ada 9 hal sensitif yang harus Anda hindari diucapkan ketika marah dengan anak.

1. Saya jauh lebih bertanggung jawab ketika saya masih seusia Anda
Membandingkan anak Anda dan memberinya contoh dari apa yang Anda mampu lakukan ketika Anda masih kecil. Tidak ada yang sempurna,coba ingat kekurangan Anda sebagai seorang anak dan apa semua masalah Anda dengan orang tua. Anda adalah orang tua. Pernyataan seperti ini akan mematahkan kepercayaan diri anak.

2. Kamu selalu mengambil keputusan yang salah
Jangan menghukum anak Anda untuk menjadi dewasa. Setiap orang diperbolehkan membuat kesalahan dan itu sebenarnya merupakan bagian dari proses pembelajaran.
Dia telah mengambil bidang studi yang tidak menarik bagi Anda, tapi itu tidak berarti Anda menuduhnya mengambil keputusan yang salah. Tugas Anda sebagai orangtua adalah membimbingnya, tidak memaksa dia untuk menaati pendapat Anda.

3. Mengapa kau tidak bisa menjadi seperti saudaramu yang lain?
Ini sekali lagi merupakan perbandingan tidak masuk akal dan yang umum pada saat itu. Hindari pembenihan dalam permusuhan antara anak-anak Anda dengan membandingkan kemampuan mereka. Hal tersebut dapat membuat celah antara saudara kandung.

4. Tinggalkan aku sendiri!
Orang dewasa memiliki tanggung jawab besar untuk mengurus. Anak-anak tidak mampu memahami gravitasi dari situasi tersebut. Ledakan emosional dengan mengatakan 'Tinggalkan aku sendiri! " dapat membuat anak Anda merasa diabaikan, tidak diinginkan dan tertekan pada waktu yang sama. Tampilkan kesabaran dan menghindari mengatakan sesuatu yang buruk.

5. Anda harus malu pada dirimu sendiri
Pernyataan ini langsung keras dan mengatakan bahwa keburukan hanya pada anak Anda. Ya, ada anak-anak nakal yang mengganggu orang, tapi itu tidak berarti Anda menegur dia seperti ini. Ada cara yang lebih baik dan lebih ringan untuk membuat anak memahami perbedaan antara baik dan buruk.

6. Kau sama saja seperti bapak atau ibu kamu
Tidak semua pasangan yang sudah menikah adalah hidup bahagia bersama dan kepahitan dalam hubungan mereka sering diterjemahkan ke dalam pertukaran kata-kata kasar terhadap satu sama lain. Anak-anak seringkali adalah saksi dari semua permusuhan dan pertengkaran.

7. Kamu selalu menemukan cara untuk menyakiti saya
Ada kalanya anak menyakiti orang tua mereka dengan melawan keinginan mereka. Sering kali itu tidak disengaja tetapi ada anak-anak yang melakukannya dengan sengaja.
Namun,mengatakan pernyataan di atas akan membuat anak Anda merasa bersalah tentang keputusannya.
Biarkan anak-anak Anda mengambil keputusan sendiri dan membiarkan mereka hidup bebas dari rasa bersalah.

8. Lebih baik tidak memiliki anak daripada memiliki anak seperti kamu
Pernyataan di atas merupakan sebagian besar ledakan emosi yang ekstrim, tetapi dapat memiliki konsekuensi serius pada anak. Tidak diragukan lagi, itu adalah hal yang paling menyakitkan yang pernah Anda katakan kepada anak.VMengatakan sesuatu seperti ini bisa membuat Anda menyesal seumur hidup.

9. Singkirkan pengaruh buruk teman kamu
Teman-teman mereka berarti dunia mereka, dan karena itu Anda tidak bisa hanya memerintahkan mereka untuk mendapatkan satu set teman-teman yang 'baik'. Lebih baik untuk selalu mengingatkannya agar tidak mengikuti perangai teman yang buruk.

Share on :