Social Icons

Saturday, November 5, 2016

Jasa Sewa Paling Aneh Di Dunia


Nyeleneh adalah kata yang tepat untuk menggambarkan jasa sewa yang dilakukan oleh orang orang pada saat ini. Biasanya sewa yang kita kenal mungkin hanya diseputaran barang mati seperti motor atau mobil. 

 Di jaman sekarang perputaran sewa menyewa mengalami perubahan gila yang disebabkan karena kebutuhan. Yang membuat ini tidak habis pikir adalah barang hidup pun mulai disewa. Apapun alasan yang dikemukakan, jasa rental inipun exist di dunia.

Jasa Sewa Istri Di Thailand

 
Rental Wife Thailand
 Di Thailand, pekerjaan "sewa istri" telah ditetapkan sebagai pekerjaan yang layak bagi gadis-gadis muda di negara tersebut atau yang biasa dikenal dengan “black pearls”. Berdasarkan laporan dari laman Rocket News 24 (8/10/2012), pekerjaan ini merupakan jasa sewa istri dimana para gadis di sewa untuk pria asing yang tinggal di Thailand untuk mengganti peran seorang istri yang sebenarnya. Tugas istri sewa tersebut termasuk di dalamnya melayani dan sebagai pemandu wisata. Dengan imbalan uang, para gadis ini memasak, bersih-bersih, dan mencuci pakaian layaknya tugas seorang istri. Jangka waktu sewa dapat bervariasi mulai dari satu minggu sampai berbulan-bulan. Pria yang menyukai istri sewaan tertentu bahkan beberapa kali datang ke Thailand dan tinggal bersama mereka selama berbulan-bulan. Para gadis tersebut diberi uang saku untuk biaya hidup dan terkadang menerima hadiah berupa rumah atau mobil. Beberapa bahkan memiliki anak dari penyewanya.

Untuk beberapa gadis yang beruntung, istri sewaan tersebut dapat berubah menjadi istri sebenarnya. Mereka hidup dan menikah dengan suami mantan penyewa mereka. Tetapi untuk sebagian besar, hubungan sewa-menyewa tersebut berakhir ketika perjanjian sewa istri mereka berakhir dan gadis-gadis tersebut mencari lagi penyewa barunya. Banyak dari gadis sewaan tersebut berasal dari keluarga miskin yang tidak punya pilihan lain lagi selain melakukan pekerjaan ini. Sedikit demi sedikit para gadis ini belajar bahasa Inggris, mempelajari cara menarik perhatian lawan jenis, dan mempelajari cara berkencan dengan beberapa orang dalam satu waktu. Gadis-gadis tersebut bebas meninggalkan bisnis tersebut namun beberapa gadis mengaku hidup sebagai istri sewaan adalah satu-satunya pekerjaan yang bisa mereka lakukan. 


 Layanan Pacar Sewaan Di China

Layanan Pacar Sewaan Di China
Pacar sewaan di China menjadi salah satu penyelamat bagi wanita yang tidak punya pasangan. Sebab, para wanita di Negeri Tirai Bambu itu takut pulang ke rumah tanpa membawa seorang pria tampan bakal dikenalkan pada orangtua mereka. Hasilnya, setengah dari mereka mencoba untuk mempekerjakan ‘pacar sewaan’ selama kunjungan ke rumah orangtua mereka saat hari raya. Layanan pacar sewaan di China ini di beri nama the People’s Daily, dimana layanan pacar laki-laki sewaan harus dilakukan untuk minimal tiga hari dan memberikan berbagai layanan, termasuk fasilitas makan malam sekitar Rp 95 ribu dan belanja sekitar Rp 57 ribu. Ini di luar biaya sewa mereka yakni Rp 57 ribu per jam.

Sementara layanan lainnya termasuk melihat sebuah film. klien harus membayar dua kali lipat jika menonton film horor serta membayar Rp 95 ribu untuk kecupan di bibir, meskipun berpegangan tangan dan ciuman selamat tinggal di pipi atau dahi dihitung gratis. Menurut sejumlah klien mengatakan jika bisnis penyewaan ini tidak terlalu buruk, terutama selama masa Tahun Baru Imlek, ketika ada reuni keluarga. Alhasil, bisnis ini laku keras karena suatu alasan. Wanita China pada khususnya masih menghadapi tekanan besar dari orangtua mereka agar menemukan seorang pria yang cocok dan mereka memilih menyewa pacar laki-laki ketimbang menghadapi serangkaian pertanyaan usil dari kerabat mereka, sebagai gantinya. Ada ada saja!


 Sewa Rahim Di India

Ilustrasi Sewa Rahim Di India
Kota Anand di Negara Bagian Gujarat, India, telah berubah menjadi tempat peternakan bayi dimana para perempuan wilayah itu meminjamkan rahim mereka untuk membesarkan perkawinan sperma dan sel telur dari pasangan asing. Sewa rahim ini bahkan didukung oleh sebuah klinik resmi. Klinik Akanksha sudah satu dekade membantu para perempuan bunting. Sekitar 700 bayi telah dilahirkan namun bukan anak mereka. wanita-wanita ini perutnya hanya dipinjam sementara oleh banyak orang barat lantaran praktik sewa rahim di negara mereka terlalu mahal dan ilegal, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Kamis (6/3).

Setiap perempuan mendapatkan uang kompensasi sebesar Rp 90,1 juta per kehamilan. Jumlah uang itu diakui mereka sangat membantu kehidupan warga desa miskin rata-rata hanya berpenghasilan Rp 14 ribu sehari. Sementara biaya melahirkan sekitar Rp 326,2 juta sudah dibayarkan oleh orang tua biologis si bayi. Sarla Patelia, 40 tahun, warga Desa Manjipura sekitar 25 kilometer dari Anand sudah dua kali melahirkan bayi milik orang asing yakni 2009 dan 2012. Dari kelahiran itu dia mampu membangun rumah dua lantai dan memindahkan keluarganya. Sebelum mempunyai tempat tinggal layak, Sarla mendiami gubuk beratap seng. Dia bahkan mampu membiayai operasi tumor suaminya sebesar Rp 28,2 juta.

Share on :

No comments:

Post a Comment