Social Icons

Friday, November 15, 2013

Tikus Ternyata Doyan Makan Sabun!


Pada tahun 90-an ada lagu anak-anak yang sempat populer pada saat itu berjudul ‘Tikus Makan Sabun”. Judulnya saja cukup menggelitik rasa penasaran, kok bisa tikus doyan sabun? Kenyataannya, memang tikus hampir selalu ada di setiap rumah dan bisa memakan apapun, termasuk sabun. Nah, bagaimana bisa seekor tikus menelan sabun tanpa keracunan? Yuk, simak penjelasannya.

Kalau kita jeli memperhatikan, ternyata tikus tidak doyan semua jenis sabun, lho! Tikus hanya memakan sabun mandi batangan saja, sementara sabun deterjen atau sabun cair tidak menjadi incaran tikus. Mengapa? Bahan dasar pembuat sabun adalah lemak, garam basa, dan air. Kemudian baru ditambahkan zat-zat tambahan lainnya seperti pewarna, atau pewangi. 

Lemak yang digunakan dalam pembuatan sabun dapat berasal dari tumbuhan (lemak nabati) seperti minyak zaitun dan minyak kelapa atau dari hewan (minyak hewani) seperti tallow dan grease. Tallow merupakan lemak yang didapatkan dari industri pengolahan daging yang diambil dari lemak sapi atau domba. Sedangkan grease merupakan lemak hewani dengan kualitas lebih rendah dari tallow.

Lemak inilah yang sebenarnya dibutuhkan oleh tikus sehingga mereka memakannya saat tidak berhasil menemukan makanan lain di rumah kita. Seperti kita ketahui, tikus adalah hewan pengerat. Mereka membutuhkan sesuatu yang dapat dikerat untuk menghambat pertumbuhan giginya. Jika tikus tidak mengerat, giginya dapat terus tumbuh dan ini membahayakan tikus itu sendiri. Sabun batangan menjadi pilihan tikus karena benda itu selain dapat memberi mereka lemak, juga dapat mereka kerat.

Sabun cair dan bubuk tidak dipilih karena tidak dapat dikerat. Sabun deterjen juga tidak dipilih karena memiliki konsentrasi antibakteri yang tinggi sehingga dapat menyebabkan tikus keracunan jika mereka nekat memakannya. Selain itu, deterjen merupakan sabun sintetis, bukan sabun yang dibuat dari lemak nabati atau hewani seperti sabun mandi batangan. Wah, ternyata tikus pintar juga ya, bisa membedakan sabun mana yang berbahaya dan yang tidak bagi mereka.

Share on :

No comments:

Post a Comment