Social Icons

Saturday, November 16, 2013

5 Perbedaan Karakteristik antara Sel Normal & Sel Kanker



Semua organisme hidup terdiri dari sel. Sel-sel tumbuh dan membelah secara terkendali agar organisme dapat berfungsi dengan baik. Perubahan pada sel-sel normal bisa membuat mereka tumbuh tak terkendali. Pertumbuhan yang tidak terkendali adalah ciri khas sel kanker.

Karakteristik Sel Normal

Sel-sel normal memiliki karakteristik tertentu yang penting bagi berfungsinya jaringan, organ, dan sistem tubuh.

Sel-sel ini memiliki kemampuan untuk bereproduksi, berhenti bereproduksi bila perlu, tetap tinggal di lokasi tertentu, menjalami fungsi tertentu, dan merusak diri sendiri bila diperlukan.

Berikut adalah karakteristik sel normal:

1. Reproduksi Sel

Reproduksi sel diperlukan untuk mengganti sel yang mati, rusak, atau hancur.

Sel-sel normal bereproduksi secara benar dan terkendali. Kecuali sel kelamin, semua sel tubuh berkembang biak dengan mitosis. Sel kelamin mereproduksi melalui proses yang disebut meiosis.

2. Komunikasi Sel

Sel berkomunikasi dengan sel lain melalui sinyal kimia.

Sinyal ini membantu sel-sel normal untuk mengetahui kapan waktu harus bereproduksi dan kapan harus berhenti. Sinyal sel biasanya dihantarkan ke sel melalui protein tertentu.

3. Adhesi Sel

Sel memiliki molekul adhesi pada permukaannya yang memungkinkan mereka menempel pada membran sel lainnya.

Adhesi membantu sel untuk berada di lokasi yang tepat serta membantu menghantarkan sinyal antara sel-sel.

4. Spesialisasi Sel

Sel-sel normal memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi sel khusus.

Sebagai contoh, sel dapat berkembang menjadi sel jantung, sel otak, sel paru-paru, atau sel lain.

5. Kematian Sel

Sel-sel normal memiliki kemampuan untuk merusak diri sendiri ketika terinfeksi atau rusak.

Kemampuan ‘bunuh diri’ ini disebut sebagai apoptosis. Sisa sel lantas dibuang oleh sel darah putih.

Karakteristik Sel Kanker

Sel-sel kanker memiliki karakteristik yang berbeda dari sel normal. Berikut diantaranya:

1. Reproduksi Sel

Sel-sel kanker dikenal memiliki kemampuan reproduksi tak terkendali. Sel-sel ini mungkin mengalami mutasi gen atau mutasi kromosom yang mempengaruhi sifat-sifat reproduksi sel.

Sel-sel kanker berkembang biak tak terkendali serta tidak mengalami penuaan biologis serta terus bertumbuh.

2. Komunikasi Sel

Sel-sel kanker kehilangan kemampuan untuk berkomunikasi dengan sel lain melalui sinyal kimia.

Mereka juga kehilangan kepekaan terhadap sinyal anti-pertumbuhan dari sel-sel di sekitarnya yang berfungsi membatasi pertumbuhan sel.

3. Adhesi Sel

Sel-sel kanker kehilangan molekul adhesi yang membuat mereka terikat pada sel berdekatan.

Beberapa jenis sel kanker memiliki kemampuan untuk bermetastasis atau menyebar ke area lain dari tubuh melalui darah atau cairan getah bening.

Setelah berada dalam aliran darah, sel-sel kanker melepaskan pesan kimia yang disebut kemokin yang memungkinkan mereka untuk melewati pembuluh darah ke dalam jaringan sekitarnya.

4. Spesialisasi Sel

Sel-sel kanker tidak terspesialisasi dan tidak mampu berkembang menjadi sel jenis tertentu.

Serupa dengan sel induk, sel-sel kanker berkembang biak atau mereplikasi berkali-kali dalam jangka waktu lama.

Penyebaran sel kanker berlangsung cepat dan mampu menyebar ke seluruh tubuh.

5. Kematian Sel

Ketika gen dalam sel normal rusak dan tidak bisa diperbaiki, DNA tertentu memeriksa sinyal untuk memicu mekanisme kerusakan sel.

Mutasi yang terjadi pada mekanisme pemeriksaan gen memungkinkan kerusakan pada sel kanker tidak terdeteksi.

Hal ini menyebabkan hilangnya kemampuan sel kanker untuk menjalani kematian sel terprogram.

Penyebab Kanker

Kanker muncul dari perkembangan abnormal pada sel-sel normal sehingga membuat sel kanker tumbuh berlebih dan menyebar ke lokasi lain.

Perkembangan tidak normal ini dapat disebabkan oleh mutasi yang dipicu oleh berbagai faktor seperti bahan kimia, radiasi, sinar ultraviolet, dan kesalahan replikasi kromosom.

Mutasi memicu perubahan DNA dengan mengubah basa nukleotida dan bahkan mengubah bentuk DNA.

DNA yang berubah akan menghasilkan kesalahan dalam replikasi DNA serta kesalahan dalam sintesis protein. Perubahan ini mempengaruhi pertumbuhan sel, pembelahan sel, dan penuaan sel.

Virus juga memiliki kemampuan menyebabkan kanker dengan mengubah gen sel. Virus kanker mengubah sel dengan mengintegrasikan materi genetik mereka ke DNA sel inang.

Sel yang terinfeksi lantas diatur oleh gen virus sehingga mengalami pertumbuhan abnormal.

Beberapa virus telah dikaitkan dengan beberapa jenis kanker pada manusia.

Misal, Virus Epstein-Barr dikaitkan dengan limfoma Burkitt, virus hepatitis B dikaitkan dengan kanker hati, dan virus papiloma manusia dikaitkan dengan kanker serviks.

Share on :

No comments:

Post a Comment