Social Icons

Friday, September 13, 2013

Perbedaan Mesin DOHC dan SOHC


Dalam teknologi mesin kita mengenal beberapa istilah ‘DOHC’ dan juga ‘SOHC’. Bagi pengguna mobil, istilah ini sudah dikenal lama. Namun bagi sebagian besar konsumen sepeda motor belum mengetahui apa kedua istilah tersebut. Berikut penjelasan singkatnya 

DOHC adalah singkatan dari Double Overhead Camshaft atau ‘kem’ yang punya over head ganda. mudahnya, dalam satu piston ada dua pasang over head sehingga mesin mempunyai empat klep, dimana dua klep mengatur masukan bahan bakar dan dua klep lainnya mengatur keluaran gas buang. Mesin jenis ini juga menggunakan dua noken as yang nangkring pada kepala silinder.

Dengan jumlah klep dua kali lebih banyak, tenaga yang dihasilkan otomatis lebih besar, karena pengaturan penyaluran bahan bakar ke mesin dan penyaluran gas buang ke knalpot lebih akurat. Kebanyakan DOHC juga mendatangkan kitiran mesin (RPM) lebih tinggi. Letak klep yang lebih baik mengoptimalkan set up yang memaksimalkan pula performa mesin.

Meski begitu, kekurangannya tetap ada, harga pembuatan dan perbaikan mesin DOHC lebih mahal. Suku cadang lebih banyak bisa jadi masalah lain, apalagi tidak semua mekanik di Indonesia bisa dengan baik menyetel ulang klep mesin DOHC. Untungnya, mesin jenis ini tidak perlu terlalu sering disetel ulang klepnya.


Kelemahan lainnya, lebih boros bahan bakar, karena kebutuhan mesin akan bahan bakar juga lebih banyak. Disamping itu bobot mesin DOHC juga lebih berat.

Sementara untuk mesin Sementara mesin Single Over Head Camshaft (SOHC) hanya punya sepasang over head. Dengan kata lain mesin ini memiliki dua klep, satu untuk mengatur masukan bahan bakar dan satu lagi untuk mengatur keluaran gas buang. Dan hanya memiliki satu noken as.

Kelebihan mesin SOHC salah satunya kompresinya yang tinggi sementara kekurangannya akselerasi mesin tipe SOHC relatif lebih lambat dari DOHC.
Kalau kelebihan mesin DOHC jelas salah satunya akselerasi mesin jauh lebih baik daripada SOHC namun untuk biaya perawatan kalau terjadi kerusakan mesin DOHC jelas akan lebih mahal dari pada mesin SOHC.


Singkatnya, SOHC bertorsi lebih baik pada putaran rendah karena lebih ringan (memutar mesin) dan sebaliknya DOHC menghasilkan torsi lebih rendah karena lebih berat. Namun pada pada kecepatan tinggi, torsi mesin DOHC akan lebih baik. Itulah untung-ruginya. Bila jumlah klepnya sama, SOHC memiliki low-end torque lebih baik sementara DOHC memiliki top-end power lebih tinggi.

Share on :

No comments:

Post a Comment