Social Icons

Wednesday, July 17, 2013

Rahasia Kecoa Bisa Hidup Tanpa Kepala


Dia bukan Si Mata Malaikat yang bisa hidup tanpa kepala gara-gara mempunyai ilmu kanuragan. Dia hanya seekor kecoa (lipas, coro - insekta dari ordo Blattodea) malang yang kepalanya terpenggal oleh tangan jahil manusia. Meski demikian, dia tak lantas mati. Tanpa kepala, kecoa tenyata dapat bertahan hidup selama 30 hari.

Joseph Kunkel, fisiolog dan ahli biokimia dari University of Massachusetts Amherts, menjelaskan kenapa kecoa bisa bertahan hidup dalam kondisi yang sedemikian rupa. Mula-mula, tidak memiliki tekanan darah laiknya mamalia yang memiliki sistem darah terbuka. Akibatnya, tidak ada pendarahan yang tak terkontrol akibat terpenggalnya kepala si kecoak. Kecoa juga mempunyai jantung berupa tabung sederhana yang memompa darah ke depan ke belakang sama baiknya. Tak hanya itu, ia bisa menghentikan denyut jantung tanpa membahayakan dirinya.

Untuk bernafas, kecoa tak memerlukan kepala. Ia biasa menggunakan alat pernafasan yang terdapat di hampir seluruh bagian tubuhnya, yaitu spirakel. Ia juga tak butuh darah sebagai penghantar oksigen, karena seluruh spirakel langsung terhubung ke seluruh bagian tubuh kecoa. Jadi, buat apa kepala dan tenggorokan?

Ia juga tak membutuhkan banyak makanan seperti manusia dan mamalia lainnya. Pada sebuah percobaan, kecoa mampu bertahan hidup dalam toples tertutup rapat tanpa makanan selama kurang lebih sebulan. Untuk menggerakkan seluruh tubuhnya, kecoa tak membutuhkan sistem otak. Sistem kerja tubuh sepenuhnya dikendalikan oleh tiap-tiap anggota tubuh termasuk di dalamnya saraf reflek.

Tanpa otak, kecoa bisa berdiri sempurna, bergerak bebas tanpa hambatan, bereaksi terhadap sentuhan. Hampir 75 persen hidupnya dihabiskan untuk beristirahat. Satu lagi, istirahat adalah hal baru bagi kecoa, dan itu hanya ia lakukan saat kepalanya terpenggal.

Sungguh binatang yang sakti!

Share on :

No comments:

Post a Comment