Social Icons

Monday, May 27, 2013

Gawat, Mercedes Terancam Kehilangan Poin!


Mercedes-AMG terancam hukuman berat setelah diketahui melakukan uji coba ban bersama supplier tunggal, Pirelli, tanpa memberitahu badan regulasi otomotif dunia FIA.

Ancaman ini muncul setelah dua raksasa F1, Red Bull dan Ferrari, melancarkan protes karena tidak mendapat kesempatan uji coba yang sama seperti Mercedes.

Uji coba ban yang berlangsung selama tiga hari itu digelar setelah GP Barcelona (12 Mei) berlangsung menggunakan mobil balap Mercedes musim ini, W04, dengan identitas pebalap yang belum diketahui.

FIA sebenarnya mengizinkan uji coba tersebut namun dengan syarat, Pirelli memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh tim peserta kejuaraan Formula 1 2013.

Pada balapan berikutnya di Monako, pebalap Mercedes, Nico Rosberg dan Lewis Hamilton, meraih tempat pertama dan kedua dalam kualifikasi dan mengakhiri lomba di posisi terdepan (Rosberg) serta keempat (Hamilton). Baik Pirelli dan Mercedes mengaku telah mendapat izin dari FIA.

Hal ini dibantah FIA lewat pernyataan resminya. FIA menjelaskan bahwa Pirelli pernah meminta izin soal uji coba ban dengan salah satu tim, menggunakan mobil tim tersebut musim ini.

“Dalam kontrak Pirelli dengna FIA sebagai penyedia tunggal ban, ada hak untuk melakukan tes hingga 100km dengan tim manapun, dengan syarat setiap tim mendapat kesempatan yang sama.”

Kemudian, kepada Pirelli dan Mercedes FIA telah menjelaskan bahwa tes tersebut hanya boleh diselenggarakan oleh Pirelli, bukan oleh tim yang menyediakan mobil dan pebalap, serta dengan syarat setiap tim diberi kesempatan yang sama untuk menjaga keadilan dan sportifitas.

“Setelah komunikasi ini, FIA tidak menerima informasi apa-apa lagi soal kemungkinan uji coba baik dari Pirelli ataupun dari Mercedes-AMG. Lebih jauh, FIA tidak menerima konfirmasi bahwa semua tim mendapat kesempatan yang sama untuk uji coba ini.”

FIA lebih lanjut menegaskan bahwa sesuai peraturan yang ada, baik berdasarkan pertimbangan pengawas lomba maupun pertimbangan badan penuntut FIA, organisasi otomotif dunia tersebut berhak membawa masalah ini ke Pengadilan Olahraga Internasional (International Tribunal).

“Tribunal berhak memberikan hukuman yang lebih berat daripada hukuman apapun yang mungkin dikeluarkan setelah pertemuan para pengawas lomba. Prosedur semacam ini akan berdasarkan Peraturan Disiplin dan Yudisial FIA.”

Sementara itu, sebelum balapan GP Monako, direktur olahraga Pirelli, Paul Hembery, mengatakan bahwa tim selain Mercedes sudah mendapat tawaran serupa namun menolak.

“Kami menawarkan kepada tim-tim yang mungkin tertarik. Beberapa bilang ya, yang lain bilang tidak,” kata Hembery.

Ban Pirelli untuk musim ini punya karakter yang tidak tahan lama sehingga butuh penanganan dan pengenalan khusus untuk menggunakannya secara efektif. Kritik soal ban Pirelli muncul setelah GP Spanyol.

Sebanyak 22 peserta melakukan total 78 pitstop sepanjang balapan yang digelar di Sirkuit Katalunya, Barcelona itu.

Hukuman terberat yang bisa diterima Mercedes selain sanksi denda adalah penghapusan poin yang diperoleh di GP Monako.

Share on :

No comments:

Post a Comment