Wednesday, May 8, 2013
Hasil Autopsi: Kulit Michael Jackson Cerah Karena Penyakit
Para juri mendengar dengan gamblang penjelasan tentang kematian Michael Jackson setelah pengacaranya menunjukkan foto hasil autopsi.
Dalam foto itu, tampak Jenazah King Of Pop tersebut terbaring dalam keadaan telanjang di meja bedah. Terlihat seperti bukanlah Michael Jackson yang selama ini tampil di atas panggung.
Dokter yang melakukan autopsi kembali menjadi saksi dalam sidang kedua, Selasa (7/5) untuk membuktikan, apakah promotor konser AEG Live dan Dr Conrad Murray bersalah.
Dalam sidang tersebut, para juri kembali menerima penjelasan tentang bukti ilmiah dengan tersangka Dr Murray yang saat ini masih ditahan dengan tuduhan pembunuhan yang disengaja.
Namun, beberapa hal yang dipaparkan dari hasil autopsi, membuka beberapa tabir dalam kehidupan Michael Jackson daripada menceritakan bagaimana ia meninggal.
Dr Christopher Rogers mencatat dalam laporan autopsinya, bahwa bibir Jackson ternyata memiliki tato berwarna merah muda, sementara alisnya ditato dengan warna gelap. Bagian kepalanya juga ditato dengan warna hitam. Sepertinya Michael ingin warna tersebut berbaur dengan wignya.
Autopsi tersebut juga membenarkan jika Michael Jackson memiliki penyakit Vitiligo, yakni penyakit pigmentasi kulit.
"Jadi, beberapa daerah kulitnya tampak bercahaya sementara di lain tempat tampak gelap," ujar Rogers.
Kuasa hukum Michael Jackson, Michael Koskoff mengungkapkan, jika para juri memahami penjelasan tersebut meski tidak ada hubungannya dengan bagaiamana Jackson meninggal.
Ibunda Jackson dan tiga anaknya menggugat AEG Live dan menyatakan jika perusahaan yang mempromosikan lagu This Is It Michael Jackson tersebut bertanggung jawab atas kematian Jackson karena kelalaian mereka untuk mengawasi Murray.
Sementara itu pihak AEG Live berdalih, jika Jackson sendiri yang memilih Murray sebagai dokter pribadinya selama tur. Pihak perusahaan juga tidak mengetahui jika ternyata Jackson menggunakan bedah anastesi profol untuk membuatnya tidur lelap setiap malam.
Rogers menyimpulkan, jika Jackson meninggal karena overdosis propofol, meski beberapa obat penenang yang diberikan Murray juga ikut andil bagi kematian Jackson.
Pihak autopsi Los Angeles di bagian toksikologi, Dan Anderson menyebutkan dalam kesaksiannya pada Senin kemarin, jika tingkat propofol yang ditemukan di tubuh Jackson sama dengan dosis untuk melakukan operasi besar.
Propofol adalah obat yang berbahaya jika digunakan dengan dosis yang tidak tepat.
Menurutnya, ada beberapa kasus kematian yang memang disengaja menggunakan propofol. Itu dilakukan jika pasien sudah tidak lagi bisa menahan sakit.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)





No comments:
Post a Comment